KaruniaTuhan tidak bisa diketahui kecuali melalui sarana-sarana, dan imam adalah sarana-sarana itu. Pengetahuan Tuhan tidak mungkin dipahami kecuali melalui pengetahuan imam. Imam sangat paham tentang seluk-beluk wahyu dan sunnah, dan Tuhan tidak memilihnya kecuali dari keluarga Imam Husain a.s." [AI-Kulaini, al-kafi, Vol. I, hal. 203] AlQuran, Ilmu, dan Filsafat ManusiaAl-Quran Al-Karim dalam kaitannya dengan perkembangan ilmu dan filsafat manusia,dapat disimpulkan mengandung tiga hal pokok:Pertama, tujuan.1. Akidah atau kepercayaan, yang mencakup kepercayaan kepada (a) Tuhan dengansegala sifat-sifat-Nya; (b) Wahyu, dan segala kaitannya dengan, antara lain,Kitab-kitab Suci, Malaikat, dan para Nabi; serta (c) Hari Kemudian Pengetahuanmanusia tentang malaikat terbatas pada keterangan yang diungkapakan dalam Alquan dan Hadist Rasul. Iman kepada malaikat akan memberikan pengaruh kejiwaan yang cukup besar, seperti kejujuran, ketabahan, dan keberanian. Adapun tugas-tugas malaikat sebagaimana di jelaskan dalam Alquran. Dalamdiskusi itu memperlihatkan pengetahuan manusia sangat terbatas. Di sini Ayub benar-benar dicobai untuk meninggalkan Allah yang menciptakan hikmat dan akal budi. pasal 1 merupakan gambaran umum penciptaan manusia itu sedangkan pada pasal 2 merupakan detail atau gambaran khusus tentang penciptaan manusia. Dengan kata lain, antara cerita pengetahuanmanusia tentang malaikat sangat terbatas pada Jawaban : Manusia tidak bisa melihat wujud asli Malaikat dengan indra penglihatannya (mata). Ada pertanyaan lain? Cari jawaban lainnya Pertanyaan baru di B. Arab salah satu contoh karya seni rupa sebagai kebutuhan akan benda pakai Dalamkonsep filsafat islam, alam semesta adalah wujud atau eksistensi Tuhan dalam kehidupan ini, dan mencerminkan tanda-tanda kebesaran Tuhan, atau ayat-ayat-Nya. Alam semesta tidak bisa dilihat dengan mata kepala manusia, karena penglihatan mata kepala manusia sangat terbatas. Alam semesta sebagai eksistensi tuhan dalam kehidupan ini, meliputi langit, bumi, gunung, samudera, dan lain sebagainya. Disana aku mengangkat kepalaku ke langit, ternyata ada sebuah gumpalan awan yang memanggilku lalu berkata: "Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan kaummu kepadamu dan penolakan mereka terhadap dirimu. Dan Allah telah mengutus Malaikat (penjaga) gunung agar engkau memerintahkannya sekehendakmu untuk membalas perbuatan mereka.". Didalam teorinya Darwin berpendapat bahwa manusia berasal dari perkembangan makhluk sejenis kera yang sederhana kemudian berkembang menjadi hewan kera tingkat tinggi sampai akhirnya menjadi manusia. Makhluk yang tertua yang ditemukan dengan bentuk mirip manusia adalah Australopithecu s yang diperkirakan umurnya antara 350.000 - 1.000.000 PeranAl-Qur'an dalam perkembangan keilmuan dari nilai keagamaan, kesastraan, hingga penerapannya dalam ilmu pengetahuan umum sebagai dasar atau sumber informasi. Bukti keagungan Al-Quran yang tiada duanya. Kita sebagai umat Islam untuk terus mempelajari, mengkaji, dan menerapkannya demi memajukan keilmuan seluruh manusia di muka bumi ini. Pengetahuanmanusia yang terbatas tidak dapat membuat manusia memiliki kesmipulan bahwa tidak ada malaikat. Dalam Perjanjian Lama terdapat pembicaraan mengenai malaikat sebanyak 100 kali dan dalam Perjanjian Baru sebanyak kurang lebih 165. Hal itu terdapat di 34 kitab dari Alkitab dari yang paling awal sampai yang paling akhir. 1iGA. BAB I PENDAHULUAN Saat ini pengetahuan tentang agama mulai luntur dari kalangan umat islam sendiri, khusunya kaum muda. Mereka yang mengaku islam, justru kebanyakan tidak tahu mengenai ajaran syariat islam, pedoman islam, asas-asas agama islam, dan lain-lain yang berkaitan dengan islam. Hal semacam ini tentu membuat hati semakin miris. Apalagi kita yang notabene sebagai mahasiswa muslim yang sepatutnya mengenal agama lebih dalam sebagai pedoman hidup, malah tidak mengerti bahkan tidak perduli sama sekali terhadapnya. Banyak sekali sebenarnya persoalan dalam islam yang memang seharusnya patut untuk kita ketahui sebagai umat islam. Berkaitan mengenai asasnya, agama islam memiliki dua asas yaitu, islam dan iman yang tertuang dalam lima rukun islam dan enam rukun iman. Semua mahkluk yang diciptakan oleh Allah SWT dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu ghaib al-ghaib dan nyata as-syahadah. Yang memberdakan mahkluk ciptaan Allah itu adalah bisa dan tidak bisanya dijangkau oleh pancaindera sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh panca indera manusia digolongkan menjadi al-ghaib, dan sebalikya yang bisa dijangkau dengan panca indera manusia digolongkan menjadi as-syahadah. Untuk mengetahui dan mengimani wujud mahkluk ghaib ini, seseorang dapat menempuh dua cara, yaitu melalui berita atau informasi yang diberikan oleh beberapa sumber tertentu atau dengan melalui bukti-bukti nyata yang menunjukkan mahkluk ghaib itu memang ada. Misalnya, malaikat kita mengetahui dan mengimani wujud malaikat, pertama melalui khabar/ berita yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW baik berita yang disampaikan berupa Al-Quran atau sekali ayat-ayat Al-Quran atau Sunnah Rasulullah yang menjelaskan tentang kita mengimani kebenaran dua sumber tersebut, dan yang berikutnya kita dapat mengetahui dan mengimani wujud malaikat melalui bukti-bukti nyata yang ada di alam semesta yang menunjukkan bahwa malaikat itu memang ada. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Malaikat Allah telah menciptakan sejenis makhluk gaib, yaitu malaikat disamping makhluk lainnya yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera manusia. Malaikat diberi tugas-tugas khusus yang ada hubungannya dengan waahyu, rasul, manusia, alam semesta, akhirat, disamping ada malaikat yang diberi tugas untuk melakukan sujud kepada allah SWT secara terus menerus. Menurut istilah, malaikat adalah salah satu jenis mahluk Allah yang Ia ciptakan khusus untuk taat dan beribadah kepada-Nya serta mengerjakan semua tugas-tugas-Nya al-Anbiya’19-20. Malaikat berarti mahluk menurut istilah syara’, malaikat berarti Mahluk ghaib yang diciptakan Allah yang berasal dari nur atau cahaya dengan wujud dan sifat-sifat tertentu dan senantiasa mengabdi dan taat kepada Allah. Tidak diperoleh penjelasan kapan malaikat diciptakan, tetapi diciptakan lebih awal daripada Adam, manusia pertama al-Baqarah30. Malaikat mempunyai sifat yang berbeda dengan mahluk kepada adanya malaikat terdapat dalam enam rukun iman yaitu pada rukun iman iman kepada malaikat kepada malaikat, artinya percaya bahwa malaikat adalah mahluk Allah yang senantiasa patuh pada-Nya dan tidak pernah mendurhakai-Nya. Beriman kepada malaikat hukumnya wajib bagi setiap orang islam fardlu ain. Orang islam yang tidak mengimani adanya malaikat dianggap murtad dan Allah mengkafirkan orang-orang yang mendurhakai-Nya. Perintah untuk beriman kepada malaikat ditegaskan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits Al-Baqarah285. Keberadaan malaikat ditetapkan berdasarkan dalil-dalil yang qath’iy pasti, sehingga mengingkarinya adalah kufur berdasarkan ijma’ umat islam, karena ingkar kepada mereka berarti menyalahi kebenaran al-Qur’an dan As-Sunnah. Malaikat mempunyai sifat yang berbeda dengan makhluk lainnya. Dengan izin Allah, sewaktu-waktu malaikat dapat menjelmakan dirinya seperti manusia, misalnya malaikat jibril menjadi manusia di hadapan Maryam, ibu Isa almasih QS. Maryam 19 16-17. “Dan ceritakanlah [kisah] Maryam di dalam Al Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,maka ia mengadakan tabir [yang melindunginya] dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya [dalam bentuk] manusia yang sempurna. QS. Maryam 19 16-17 Kisah tentang malaikat yang menjelma manusia itu bisa kita temukan pula dalam surat Al-Hijr15 52-55 dan surat Az-Zaariyaat51 24-25. Sebagai mahluk immaterialmalaikat mempunyai ciri-ciri diantaranya 1. Mereka adalah makhluk yang selalu takut dan patuh pada Allah. 2. Mereka adalah makhluk yang tidak pernah berdosa atau bermaksiat. “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” 3. Mereka dalah mahluk yang tidak pernah sombong dan selalu bertasbih kepada Allah. “Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nyalah mereka bersujud.” Azyumardi Azra, 2002 129-135 B. Kodrat Malaikat Walaupun malaikat itu dikatakan sebagai dhat, tetap malaikat tak diberi kekuatan membeda-bedakan seperti manusia. Memang dalam hal ini, malaikat boleh dikatakan lebih banyak bersifat kekuatan alam daripada bersifat manusia. Funsi malaikat hanyalah bertaat, dan malaikat tak dapat mendurhaka. Al-Qur’an menerangkan sejelas-jelasnya sebagai berikut ”Mereka malaikat tak dapat mendurhaka kepada Allah dalam hal apa saja yang ia perintahkan kepada mereka, dan mereka mengerjakan apa saja yang diperintahkan kepada mereka QS A-Tahrim66 6. Ini menunjukkan bahwa cerita tentang Harut dan Marut yang dikatakan sebagai malaikat yang memberontak, ini tidak ada dasarnya sama sekali. Dan oleh karena manusia itu dikaruniai kemauan, sedangkan malaikat tidak, maka manusia lebih tinggi daripada malaikat. Keunggulan manusia dibuktikan dengan adanya kenyataan bahwa malaikat disuruh bersujud kepada manusia 34 . “Dan ingatlah tatkala Kami berkata kepada Malaikat Sujudlah kamu kepada Adam! Maka sujudlahmereka,kecuali iblis enggan dia dan me¬nyombong, karena adalah d i a d a ri golongan makhluk yang kafir.” Ibadah Para Malaikat Para malaikat diciptakan untuk senantiasa beribadah dan menaati perintah ibadahnya tidak dikenal istilah patah semangat dan mengendur. Ibadah-ibadah yang dilakukan oleh para malaikat adalah membaca tasbih sebagai dzikir paling agung yang dikerjakan para malaikat secara terus menerus. b. Malaikat melakukan shalat. c. Melaksankan ibadah haji. Malaikat memiliki ka’bah khusus di langit ketujuh yang dengannya mereka menjalankan ibadah menamainya dengan Baitul Ma’mur. d. Sangat takut kepada Allah. Pengetahuan yang mendalam terhadap Allah menyebabkan rasa takut mereka kepada Allah sangat besar. C. Tugas Malaikat Pengetahuan manusia tentang malaikat terbatas pada keterangan yang diungkapkan dalam Alquran dan hadis rasul. Inman kepada malaikat akan memberikan pengaruh kejiwaan yang cukup besar seperti kejujuran, ketabahan dan tugas-tugas malaikat sebagaimana di jelaskan dalam malaikat sangat banyak, tidak terhingga dan hanya Allah yang mengetahuinya. Mereka memiliki tugas dan pangkat yang berbeda satu sama lain. Sebagian dari mereka disebut namanya, dan sebagian lainnya disebutkan tugasnya Diantara nama-nama dan tugas-tugas malaikat adalah sebagai berikut 1. Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepda para nabi dan rasul, sejak nabi Adam sampai dengan Rasul Nabi Mmuhammad. Nama lain dari Jibril adalah Ruhul Quds An-Nahl102 dan Ruh al-Amin Asy-Syuara193. 2. Malaikat Mikail mengatur pembagian rizki kepada seluruh mahluk, seperti makanan, minuman, dan menurunkan hujan. 3. Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala pada hari kiamat dan hai kebangkitan Al-Haqqah13-16, Az-Zumar68, Ibrahim48. 4. Malaikat Izrail malaikat maut bertugas mencabut nyawa manusia dan seluruh mahluk hidup lainnya. 5. Malaikat Raqib dan Atid bertugas mencatat seluruh tingkah laku, perbuatan manusia. Raqib untuk yang baik, dan Atid untuk yang jahat Qaf 16-18. 6. Malaikat Munkar dan Nakir bertugas memberikan pertanyaan-pertanyaan pada setiap manusia, di alam kubur. 7. Malaikat Malik bertugas sebagai penjaga neraka dan meminpin para malaikat menyiksa penghuni neraka At-Tahrim6, Al-Zukhruf 77. 8. Malaikat Ridwan bertugas sebagai penjaga surge Ar-Ra’d23-24. Di bawah ini di antara malaikat yang tidak di ketahui nama-namanya namun diketahui tugas-tugasnya sebagai berikut 1. Malaikat lain ada yang menurunkan wahyu kepada abdi-abdi Allah yang dikehendaki-Nya. 2. Malaikat ada yang bertugas meneguhkan hati mukminin atau Rasul. 3. Malaikat ada yang mendoakan kaum muslimin. 4. Malaikat ada yang menjadi kawan atau penjaga orang-orang mukmin. 5. Malaikat ada yang bertugas melaksanakan hukuman Allah bagi manusia. 6. Ada malaikat yang memohonkan ampunan bagi manusia. 7. Ada malaikat yang membaca shalawat atas Nabi Muhammad saw. 8. Malaikat ada yang bertugas member salam dan keselmatan kepada ahli surga. Tugas Malaikat bagi Manusia pada Umumnya Malaikat mengawasi dan memberikan perhatian pada manusia ketika diciptakan, memelihara manusia ketika dilahirkan, serta mengambil ruh manusia ketika ajal pun bbertugas membawa wahyu dari Allah bagi manusia. Tugas lain yang diemban malaikat adalah menjadi pendaming manusia. Hadits yang terdapat pada shahih muslum telah mempertegas hal dikatakan bahwa malaikat yang menjadi pendamping manusia itu adalah malikat yang ditugaskan untuk memelhara amal manusia. Sementara itu dua pendamping manusia yang terdiri atas jin dan malikat senantiasa berada dalam kondisi bertentangan. Jin mengajak manusia untuk berbuat jahat, sedangkat malaikat mengajak manusia untuk berbuat yang mmemperoleh bisikan malaikat harus bersyukur dan memuji yang diperolehnya adalah bisikan syetan, secepatnya dia harus berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk. Lain halnya dengan malaikat Jibril, setiap malam bulan Ramadhan, biasa mendatangi Rasulullah saw, untuk bertadarus Al-qur’an. Tugas lain yang diemban oleh malaikat adalah mengawasi amal perbuatan manusia. Tugas Malaikat Bagi Orang Beriman Salah satu syarat seseorang diktkn beriman adalah keimanan kepada malikat yang mulia. Tugas yang dibebankan Allah kepada malikat untuk kepentingan manusia, adalah meniupkan ruh kepada janin, baik itu manusia beriman maaupun kafir, memelihara seluruh manusia, menyampaikan wahyu, mengawasi dan mencatat amal perbuatan manusia serta mencabut ruh manusia atas perintaah llah. Malaikat pun memiliki tugas khusus terhadap orang-oraang beriman, yaitu a. Memberikan kecintaan kepada orang-orang beriman b. Meluruskan jalan kehidupan orang-orang yang beriman c. Membacakan shalawat bagi orang-orang yang melakukaan hal-hal berikut ini • Mengajarkan kebaikan kepada orang lain • Mengimami shalat di masjid • Shalat pada shaf pertama • Tidak lansung beranjak dari tempat shalat • Merapatkan mengisi shaf yang kosong ketika shalat • Makan saur untuk shaum • Membaca shalwat untuk Rasululah saw • Menjenguk orang yang sakit d. Mengamini doa-doa orang yang beriman e. Membacakan isighfar atau permohonan ampunan Allah bagi orang-orang yang beriman f. Menghadiri majelis ilmu dan dzikir, serta menaungi orang-orang beriman yang berada di majelis tersebut dengan sayap-sayapnya g. Mencatat pahala bagi orang yang melaksanakan shalat jum’at h. Melakukan pergiliran dalam tugas i. Turun di tempat yang di dalamnya terdapat pembacaan Al-Qur’an j. Menyampaikan salam dari Rasul dari umatnya k. Memasuki barisan orang-orang beriman ketika berperang dalam meneguhkan jiwa mereka l. Memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman m. Memelihara atau melindungi Rasulullah saw n. Memelihara orang beriman yang shaleh dan senantiasa meneguhkan pendirian mereka o. Melayat jenazah orang shaleh p. Menaungi orang yang mati syahid dengan sayapnya q. Melindungi Mekkah dan Madinah dari dajjal r. Mengucapkan amin ketika orang muslim mengucapkan amin dan itu menambah pahala bagi seseorang yang mengucapkan amin s. Menghibur orang beriman ketika mereka berada dalam ketakutan D. Beriman Kepada Malaikat Tanda-tanda beriman pada malaikat ada yang berupa sikap mental yakni pikiran dan perasaan, ada pula yang berupa sikap lahir yaitu ucapan dan beriman yang berupa sikap mental itu bersiat abstrak, tidak dapat diketahui dengan pancaindra dan yang mengetahuinya individu itu sendiri dan Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata syahadah. Mengacu kepada ajaran-ajaran Allah yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Hadits, tanda-tanda beriman kepada malaikat yang berupa sikap mental itu seperti 1. Meyakini dalam hati bahwa malaikat adalah mahluk yang lebih dulu diciptakan Allah daripada manusia, asal kejadiannya dari nur atau cahaya. Tempat tinggal tetap malaikat adalah di langit, dan dalam rangka melaksanakan perintah Allah setiap saat mereka turun ke bumi Maryam64. 2. Meyakini dalam hati bahwa malaikat bersifat ghaib, tidak dapat dilihat oleh manusia biasa, senantiasa mentaati perintah Allah dan tidak pernah mendurhakai-Nya, tidak berjenis laki-laki ataupun wanita, tidak memiliki hawa nafsu dan tidak beranak atau diperanakkan, tidak membutuhkan makanan dan segala apa yang bermateri, para malaikat tidak akan mengalami kematian sebelum datang hari kiamat, para malaikat hanya bisa mengerjakan apa yang hanya diperintahkan oleh Allah, tidak memiliki inisiatif untuk berbuat lain, dan para malaikat itu diciptakan Allah untuk tugas-tugas tertentu An-Nur50 dan At-Tahrim6. 3. Meyakini bahwa tugas malikat itu bermacam-macam, ada yang berkaitan dengan alam ruhani dan ada pula yang berhubungan dengan alam dunia, khususnya umat manusia. 4. Meyakini bahwa orang-orang beriman dan beramal shaleh itu kedudukannya lebih tinggi dari pada para malaikat. Karena ilmu para manusia lebih tinggi daripada para malaikat Al-Baqarah30-34. Mengenai tanda-tanda beriman kepada para malaikat yang berupa sikap lahir, yaitu ucapan dan perbuatan,antara lain 1. Pernyataan lisan bahwa ia percaya kepada adanya malaikat dan sifat-sifatnya sesuai dengan penjelasan Al-Qur’an dan Hadits. 2. Melakukan perbuatan-perbuatan yang mencerminkan beriman kepada malaikat. Contoh perilaku beriman kepada para malaikat 1. Selalu berkata yang baik-baik dan kalau tidak bisa lebih baik diam Bukhari dan Muslim. 2. Perilakunya senantiasa mendatangkan manfaat bagi pelakunya dan orang lain. 3. Perilaku orang beriman dan orang beriman lainnya akan saling membantu dan menguatkan dalam hal-hal positif yang diridhai Allah Muslim. 4. Kalau berada pada situasi yang menyenangkan ia akan bersyukur kepada Allah dengan cara dengan cara memelihara dan meningkatkan takwa. Sedangkan kalau berada pada situasi susah, ia akan bersabar, tidak gelisah dan berkeluh kesah dan tetap bertakwa kepada Allah. 5. Malu kalau berbuat dosa, karena ia yakin perbuatannya selalu dicatat malaikat E. Penerapan Iman Kepada Malaikat Allah 1. Gemar shalat berjamah, karena ada keyakina bahwa malaikat selalu menghadiri shalat berjamaah Ahmad, Abu Dawud dan Nasai. 2. Gemar beramal seperti mnyantuni anak yatim, terlantar dan mmberi bantuan harta kepada para fakir miskin. Hal ini disebabkan antara lain adanya keyakinan bahwa malaikat selalu mendoakan orang yang berperilaku dermawan, agar harta yang dibelanjakan di jalan Allah itu menjadi berkah Muslim. 3. Gemar menuntut ilmu, lalu mengajarkannya kepada orang lain Abu Daud dan Turmuzi. 4. Gemar membaca Al-Qur’an. Karena ketika Al Qur’an dibacakan, malaikat akan hadir dan mendengarkan. Kita telah mengetahui tugas, pekerjaan, dan keutamaan malikat sehingga sebagai seorang mukminn, kita waib melakukan hal-hal berikut ini a. Menghindari perbuatan maksiat dan dosa-dosa yang dapat menyakiti dan mengecewakan hati malaikat b. Menjauhi hal-hal yang dibenci oleh ppara mmalaikt dan juga dibenci oleh manusia Karena malaikat akan merasa terganggu akibat hal-hal yang mengganggu manusia. c. Tidak meludah ke sebelah kanan ketika shalat. d. Mencintai dan menghormati mereka dengan tidak membeda-bedakan mereka seperti yang dilakukan oleh orang yahudi. F. Hikmah Beriman pada Malaikat 1. Lebih mengenal kebesaran dan kekuasaan Allah yang menciptakan dan menugaskan para malaikat tersebut. 2. Lebih bersyukur kepada Allah atas perhatian dan perlindungan Allah terhadap hamba-Nya dengan menugaskan para mlaikat untuk menjaga, membantu dan mendoakan hamba-hamba-Nya. 3. Berusaha berbuat kebaikan dan menjauhi segala kemaksiatan serta senantiasa ingat kepada Allah sebab para malaikat mencatat dan mengawasi amal perbuatan manusia Al-Infithar10-12. 4. Tidak berperilaku sombong, sebab para malaikat tidak memiliki watak sombong An-Nahl 49. 5. Selalu teringat akan balasan Allah ketika malaikat mencabut nyawa Muhammad27. Di samping malaikat Allah juga menciptakan makhlik gaib yang lain yaitu jin dan setan. Menurut alquran jin itu berlaku pula ketentuan sebagaimana yang diberikan manusia. Mereka ada yang beriman dan ada pula yang kafir. Paham dan pendirian mereka sama dengan manusia “Dan sesungguhnya diantara kami jin ada yang taat dan ada pula yang menyimpang dari kebenaran. Barang siapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus.” Al-Jin 72 14 Sedangkan setan adalah makhlik Allah yang durhaka dan selalu berusaha untuk menjerumuskan manusia kepeada kesesatan dan kejahatan. Di dalam Alquran Allah berfirman “iblis menjawab “Demi kekuasaan engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya.” Shaad 38 82 Berebeda dengan malaikat yang mendorong manusia berbuat baik, kerja setan adalah menyesatkan manusia. Kalau ada gerak di hati seseorang untuk berbuat jahat, itu tandanya manusia tersrebut mendapat bisikan setan. Jika ia ingin berbuat baik, itu indikasi bahwa malaikat berhasil menyampaikan bisikannya pada manusia yang bersangkutan. Gerak hati untuk melakukan perbuatan jahat atau gerak hati untuk berbuat baik dlam diri seseorang ditimbang oleh akalnya. Akallah yang akan member keputusan. Keputusan akan menimbulkan kehendak pada diri manusia yang bersangkutan. Kehendak itu bebas memilih mana yang akan dilakukan. Menurut ajaran Islam, setiap manusia mempunyai kecenderungan untuk berbuat baik dan atau berbuat jahat. Kecenderungan berbuat baik dikembangkan oleh malaikat dan kecenderungan berbuat jahat dimanfaatkan oleh setan dengan tipu daya. Itulah sebabnya akal manusia yang mempertimbangkan kedua kecenderungan itu perlu diisi dengan iman kepada wahyu yang sengaja diturunkan Tuhan untuk menjadi pedoman hidup manusia. M. Daud Ali, 2011 209-213 Kisah Yang Berkaitan Pada Malaikat Jibril Yang Perkasa, Pemimpin Para Malaikat Sering kita memandangi langit yang indah dengan semburat sinar matahari di pagi hari. Ia bagaikan kanvas biru yang terhampar luas dengan guratan cat putih lapisan awan. Kita juga suka menikmati malam purnama dengan pendaran sinar rembulan yang menerangi ufuk. Cahayanya menancapkan ketenangan tidak menyilaukan, tidak pula memudarkan keindahan. Selain keindahan dan kekokohan langit yang luas tanpa retak itu, pernahkah kita merenungkan bahwa tempat yang berjarak 500 tahun perjalanan dari muka bumi itu adalah sebuah negeri dimana makhluk-makhluk mulia tinggal. Ya, di sanalah tempatnya para malaikat. Allah ï» menciptakan malaikat dari cahaya. Cahaya apa? Tidak dijelaskan rincian tentang hal ini dan kita tidak dibebani syariat untuk mencari tahu tentang hal itu. Ibunda Aisyah menyampaikan bahwa Rasulullah ïº bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api, dan Adam diciptakan dari apa yang telah disifatkan kepada kalian tanah.” HR. Muslim no. 2996 Dan jumlah mereka sangatlah banyak. Rasulullah ïº bersabda, Ù…َا فِيهَا Ù…َÙˆْضِعُ Ø£َرْبَعِ Ø£َصَابِعَ Ø¥ِÙ„َّا ÙˆَÙ…َÙ„َÙƒٌ Ùˆَاضِعٌ جَبْÙ‡َتَÙ‡ُ سَاجِدًا Ù„ِÙ„َّÙ‡ِ “Tidak ada satu ruang selebar 4 jari, kecuali di sana ada malaikat yang sedang meletakkan dahinya, bersujud kepada Allah.” HR. Ahmad No. 21516. Di antara hal yang disaksikan Rasululullah ïº saat isra mi’raj adalah فَرُفِعَ Ù„ِÙŠ البَÙŠْتُ المَعْÙ…ُورُ، فَسَØ£َÙ„ْتُ جِبْرِيلَ، فَÙ‚َالَ Ù‡َذَا البَÙŠْتُ المَعْÙ…ُورُ ÙŠُصَÙ„ِّÙŠ فِيهِ ÙƒُÙ„َّ ÙŠَÙˆْÙ…ٍ سَبْعُونَ Ø£َÙ„ْفَ Ù…َÙ„َÙƒٍ، Ø¥ِذَا Øَرَجُوا Ù„َÙ…ْ ÙŠَعُودُوا Ø¥ِÙ„َÙŠْÙ‡ِ Ø¢Øِرَ Ù…َا عَÙ„َÙŠْÙ‡ِÙ…ْ “Kemudian ditunjukkan kepadaku baitul ma’mur. Aku pun bertanya kepada Jibril, beliau menjawab, Ini Baitul Ma’mur, setiap hari ada malaikat yang shalat di dalamnya. Setelah mereka keluar, mereka tidak akan kembali lagi, dan itu menjadi kesempatan terakhir baginya. HR. Bukhari 3207 dan Muslim 164. Artinya jumlah malaikat itu sangatlah banyak. Lebih banyak dari jumlah manusia. Dan sejumlah besar malaikat itu dipimpin oleh Malaikat Jibril alaihissalam. BAB III PENUTUP Kesimpulan Para Malaikat diciptakan dari cahaya. Merupakan makhluk Allah yang selalu taat dan tidak pernah maksiat. Malaikat adalah makhluk yang sangat besar, Malaikat juga memiliki paras yang sangat indah. Saran Manusia juga harus beriman kepada para Malaikat, kerena Malikat adalah salah satu mahluk ciptaan Allah SWT, bahkan dalam rukun islam yang ke dua terdapat manusia harus beriman kepada Maliakat. Dan, apabila manusia tidak mengakui adanya Malaikat sama saja manusia tidak percaya dengan Allah SWT. DAFTAR PUSTAKA Muhammad Ali, Maulana. 1977. Islamologi Dinul Islam . Jakarta Darul Kutubil Islamiyah. Mahfud, Rols. 2011. Al-Islam Pendidikan Agama Islam . Jakarta Erlangga. Tim Dosen PAI UNY. 2012. DIN Al-Islam Buku Teks Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi . Yogyakarta UNY. Azra, Azyumardi dkk. 2002. Buku Teks Pendidikan Agama Islam Pada Perguruan Tinggi Umum. Jakarta Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam. Pakar Tafsir terkemuka asal Indonesia Prof Muhammad Quraish Shihab 2018 mengungkapkan, dzikir dan shalawat secara berjamaah merupakan media yang bisa mengumpulkan malaikat sekaligus selain manusia. Begitu mulianya manusia yang tlaten untuk menghadiri setiap majelis dizkir, shalawat, dan ilmu. Sebab apa? Menurut Quraish Shihab berdasarkan riwayat Imam Bukhari, malaikat-malaikat hadir di majelis dzikir. Setelah selesai, malaikat-malaikat menuju Allah, menyampaikan bahwa “kami malaikat, red habis hadir di majelis dzikir”. Kemudian, Allah berfirman, limpahkan rahmat bagi mereka semua. Ampuni mereka semua. Tetapi malaikat berkata, “Ya Allah, ada orang yang hadir tapi tujuannya bukan berdzikir”. Allah kembali berfirman, “ampuni mereka, karena mereka mendekat kepada orang yang berdzikir”. Riwayat singkat tersebut menggambarkan bahwa makhluk bernama malaikat begitu dekat dengan segala lini kehidupan manusia. Hal ini sesuai dengan tujuan mereka diciptakan oleh Allah. Seorang Muslim pun wajib mempercayai adanya malaikat sesuai rukun iman kedua. Sebagai seorang Muslim yang wajib mempercayai keberadaan malaikat, penting bagi manusia mengenal makhluk yang diciptakan Allah dari cahaya ini. Namun, tentu mengenal Allah menjadi hal utama bagi seorang hamba. Dalam hal ini, malaikat yang turut berinteraksi langsung dalam realitas kehidupan manusia bisa menjadi pemandu mengenal Allah lebih jauh. Mengenal malaikat, tidak terlepas dari makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang diimani oleh semua agama. Menukil Bertrand Russel, Quraish Shihab mengungkapkan, filosof Inggris peraih nobel 1872-1970 itu menyatakan dua pandangan atau dorongan yang sangat berbeda dari manusia. Pertama, dorongan yang mengantar seseorang untuk memandang wujud dengan pandangan seorang sufi, yang biasanya menangap sesuatu secara langsung tanpa pendahuluan atau premis-premis. Kedua, dorongan yang memandang wujud dengan pandangan keilmuan yang mengandalkan akal dan analisis. Simpul yang bisa ditarik dari kedua argumen tersebut ialah ilmu. Pertama, ilmu yang didapat secara laduni, kalangan pesantren menyebut ilmu ini diturunkan oleh Allah langsung sebab keistimewaan manusia. Kedua, ilmu yang diperoleh dari proses kerja keras sehingga menemukan kebenaran dari pemgembaraan tersebut. Dari penjelasan singkat tersebut, Quraish Shihab berupaya menerangkan bahwa hanya orang-orang istimewalah yang dapat merasakan langsung kehadiran malaikat. Hal ini terjadi ketika Muhammad yang saat itu berumur 40 tahun merasakan kehadiran makhluk saat dirinya berkontemplasi di Gua Hira. Saat itu malaikat jibril menghampiri Muhammad dengan membawa wahyu pertama dari Allah. Dalam bahasa Arab, Quraish Shihab menjelaskan, malaikat merupakan bentuk jamak dari malak. Ada ulama yang berpendapat bahwa kata malak terambil dari kata alaka, malakah yang berarti mengutus atau perutusan/risalah. Malaikat adalah utusan-utusan Tuhan untuk berbagai fungsi. Mengenai jumlah malaikat, Quriash Shihab dalam Yang Halus dan Tak Terlihat Malaikat dalam Al-Qur’an 2013 memaparkan bahwa jumlah malaikat tidak terhitung, kecuali Allah sendiri yang mengetahui. Namun, sejumlah riwayat hanya memberikan gambaran jumlah malaikat di sebuah tempat. Seperti hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim berikut “Neraka Jahannam pada hari kiamat memiliki tujuh puluh ribu kendali, setiap kendali ditarik oleh tujuh puluh ribu malaikat.” HR. Muslim Imam Bukhari dalam riwayat lain menjelaskan, ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada malaikat Jibril tentang Baitul Ma’mur, malaikat penyampai wahyu itu mengungkapkan “Ini adalah Baitul Ma’mur. Setiap hari tujuh puluh ribu malaikat shalat di sana dan yang telah shalat tidak lagi kembali sesudahnya.” HR. Bukhori Penulis Tafsir Al-Misbah tersebut juga mengurai rinci terkait ciri, sifat, kemampuan malaikat. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia kerap diperlihatkan ketakjuban dan keajaiban yang datang pada diri seseorang. Dalam kehidupan, tidak jarang pula manusia terbungkus dalam berbagai bentuk. Seseorang tidak akan tahu rahasia di balik semua itu. Yang jelas, salah satu kemampuan malaikat bisa mengubah diri menjadi manusia. Sebab itu, dalam sebuah kesempatan, KH Ahmad Mustofa Bisri Gus Mus menekankan kepada manusia, jangan pernah meremehkan orang lain apapun kondisi dan rupanya. Gus Mus mempertegas pesannya, siapa tahu seseorang yang kita remehkan sebetulnya malaikat berwujud manusia. Quraish Shihab juga mengungkapkan hubungan malaikat dengan Nabi Adam as. Keterangan dan informasi yang ada di dalamnya penting dipahami mengingat Nabi Adam merupakan manusia pertama. Hubungan tersebut dijelaskan lebih lanjut dengan bahasan malaikat dan manusia secara umum. Dan seperti apa komunikasi malaikat dengan manusia pertama yang diturunkan di muka bumi? Penulis Fathoni Ahmad Editor Muchlishon Kendati disadari pengetahuan itu penting masih sering juga muncul pertanyaan untuk apa manusia memerlukannya? Bukankah tanpa pengetahuan manusia juga bisa hidup. Bagi manusia, kegiatan mengetahui merupakan kegiatan yang secara hakiki melekat pada cara beradanya sebagai manusia. Istilahnya dalam filsafat ilmu “knowing is a mode of being”. Secara kodrati manusia memiliki hasrat untuk mengetahui. Ada yang hasratnya besar, sehingga upaya pencarian pengetahuan sangat tinggi dan tidak kenal menyerah. Tetapi ada pula yang hasratnya rendah atau biasa-biasa saja, sehingga tidak bermotivasi mencari pengetahuan. Tetapi dapat dikatakan bahwa semua manusia punya keinginan untuk tahu. Dalam arti sempit pengetahuan hanya dimiliki makhluk yang bernama manusia. Memang ada yang berpendapat berdasarkan instingnya, binatang memiliki pengetahuan’. Misalnya, setiap binatang tahu akan ada bahaya yang mengancam dirinya, atau ada makanan yang bisa disantap. Seekor harimau tahu persis apa ada binatang di sekitarnya yang bisa dimangsa. Seekor tikus juga tahu bahwa di sekitarnya ada kucing yang siap menerkan dirinya, sehingga berdasarkan instingnya dia segera mencari tempat yang aman. Manusia tidak dapat hidup berdasarkan instingnya saja, walau kadang-kadang juga ada manusia yang memiliki insting yang kuat. Manusia memiliki pengetahuan yang didasarkan atas insting sangat terbatas. Tetapi karena manusia merupakan satu-satunya makhluk ciptaan Allah yang diberi akal kata “aql” tidak kurang dari lima puluh kali disebut dalam kitab suci al Qur’an, maka ia dapat memperoleh pengetahuan tentang segala hal. Hebatnya lagi, manusia tidak saja mampu memperoleh pengetahuan yang diperlukan dalam hidupnya, tetapi juga mengembangkannya menjadi beraneka ragam pengetahuan. Berkat pengetahuannya, manusia dapat mengenali dan menguasai dan mengolah berbagai daya isi dunia untuk kehidupannya. Jika binatang hidupnya akan sangat tergantung pada keadaan habitatnya, maka sebaliknya manusia justru dapat mengubah kondisi dan keadaan alam lingkungannya untuk disesuaikan dengan yang dikehendaki. Berkat pengetahuannya, manusia bisa mengubah lingkungan alam natural environment menjadi lingkungan budaya cultural environment. Misalnya, manusia dapat mengubah bambu yang semula tidak berharga menjadi kursi mewah dengan harga tinggi yang bisa dipajang di rumah-rumah mewah. Barang-barang bekas pun juga bisa didaur ulang menjadi barang yang bernilai tinggi. Demikian pula, karena pengetahuannya, manusia juga bisa menyulap bukit terjal menjadi kompleks perumahan mewah dengan tetap melestarikan struktur dan kontur tanah yang ada. Karena itu, ketika manusia bisa mengubah alam dan lingkungannya menjadi sesuatu yang lebih bernilai, maka pada saat itu pula dia melakukan proses memanusiawikan dirinya. “Human beings are humanizing themselves”. Saya yakin saking pentingnya peran akal bagi kehidupan manusia yang bisa melahirkan pengetahuan, Allah mengabadikannya dalam kitab suci al Qur’an dengan menyebut kata “al-aqlu” tidak kurang dari lima puluh kali di berbagai ayat. Dalam studi Content Analysis, penyebutan kata atau istilah dengan berulang kali tidak mungkin tidak bermakna apa-apa. Pengulangan berarti penegasan betapa pentingya arti kata itu. Semakin sering diulang, maka semakin penting maknanya. Demikian salah satu cara Allah mengingatkan manusia terhadap hal-hal tertentu yang dianggap penting. Memang pendekatan Content Analysis belakangan memperoleh tandingan, yakni Discourse Analysis. Berbeda dengan Content Analysis yang menekankan makna kata ditentukan oleh seberapa banyak kata itu diulang, maka Discourse Analysis berpandangan makna kata ditentukan oleh konteks di mana kata itu dipakai dan penafsiran terhadap kata atau kalimat dilakukan dengan cara dialektik. . Begitu juga ketika Allah mengulang ayat Fabiayyi Alairabbikuma Tukadziban maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan dalam surat Ar-Rahman tidak kurang dari tiga puluh kali. Ayat itu juga menegaskan betapa manusia merupakan makhluk yang berpotensi kufur atas nikmat dan karunia Allah. Karena itu, malaikat sempat mengajukan keberatan atas segala kelebihan yang diberikan Allah kepada manusia. Tengara Allah itu kini terbukti. Walau punya akal, tetapi bisa kita saksikan dalam kehidupan ini betapa banyak manusia ingkar dan tidak mau bersyukur atas nikmat dan karunia Allah yang demikian melimpah. Mulai bangun tidur sampai tidur lagi setiap hari sepanjang hidupnya bertaburan nikmat dan karunia Allah. Bahkan tidur itu sendiri merupakan nikmat Allah. Bayangkan andai saja kita tidak bisa tidur! Betapa susahnya hidup ini. Ada seorang kawan yang harus pergi ke Cina untuk dioperasi baca hanya dibetulkan salah satu bagian syarafnya yang tidak pas dengan beaya ratusan juta rupiah. Karena itu, mengapa ketika sedang sehat dan bisa beraktivitas apa saja, manusia tidak mau bersyukur. Menutup tulisan ini, marilah kita sadari betapa melimpah karunia dan nikmat yang diberikan Allah kepada kita untuk kita syukuri dengan tiada henti. Salah satu nikmat itu ialah akal, dan lewat akal kita memperoleh dan menciptakan pengetahuan. Dan, karena berpengetahuan itu, kita menjadi makhluk yang manusiawi. Betapa pentingya pengetahuan bagi kita sebagai manusia. Karena itu, agar sifat manusiawi kita tetap melekat pada kita, maka jangan pernah berhenti mencari pengetahuan kapan pun, di mana pun, dan dari siapa pun. _________ Malang, 11 April, 2010