Publicrelations adalah seni menciptakan pengertian publik yang lebih baik sehingga dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap suatu individu/ organisasi. Menurut IPRA (International Public Relations Association) PR adalah fungsi manajemen dari ciri yang terencana dan berkelanjutan melalui organisasi dan lembaga swasta atau publik untuk memperoleh pengertian, simpati, dan dukungan dari
Bisniscom, DENPASAR--ASEAN Public Relations Network (APRN) dan Public Relations Institute of Australia (PRIA) berkolaborasi meningkatkan kompetensi para pelaku kehumasan atau public relation.. Ketua APRN Prita Kemal Gani mengatakan APRN dan PRIA memiliki tujuan yang sama yakni untuk meningkatkan kualitas individu para 'public relations' negara ASEAN secara global sehingga bisa memperluas
Annemenegaskan, KAI Commuter juga akan menemui korban dan pelapor untuk menindaklanjuti peristiwa dugaan pelecehan seksual yang dialami penumpang. Adapun dugaan pelecehan seksual terjadi di KRL KA 1452 tujuan Cikarang pada Jumat (4/6) pukul 19:00 WIB. Kejadian tersebut sudah dilaporkan dan ditangani petugas di Stasiun Jatinegara segera usai
Dalamkaitannya dengan dunia pemasaran, sesungguhnya kegiatan PR (Public Relation) sangat berhubungan erat dengan dunia marketing. Peran PR pada saat ini sangat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan yang ditetapkan, tujuan secara financial maupun tujuan kepada internal atau eksternal perusahaan. Di era modern saat ini kegiatan PR tidak
Inilahcontoh kasus public relation dan hal lain yang berhubungan erat dengan contoh kasus public relation serta aspek K3 secara umum di Indonesia. BCLS:Basic Cardiac Life Support for Paramedic hidup.
PublicRelations [6] - Iklan dan Public Relations. Tentang Public Relations bagian ke enam. Periklanan dan public relations adalah dua industri yang berbeda secara bersamaan. Mari kita teliti perbedaan antara iklan dan public relations: Organisasi harus membayar untuk setiap iklan yang ditayangkan di televisi/radio.
1peran public relations dalam komunikasi pemasaran terpadu (studi kasus franchise kebab turki baba rafi) oleh : skripsi diajukan kepada program studi Author: Utami Yuwono 11 downloads 181 Views 3MB Size
PublicRelation. Ekbis 06 November 2021 00:33. Inilah Daftar Pemenang 3rd ASEAN PR Excellence Award. Politik 09 September 2020 19:00. Bangun Engagement, Praktisi PR Harus Tahu 4 Kebutuhan Utama Media. Politik 23 Januari 2020 18:45. Bersama LSPR, APRN Petakan Tantangan Kemampuan Humas Dalam Perpektif ASEAN.
4Apa pelajaran yang bisa diambil dari kasus ini? 4.1 Pertama, jadikan kritik dari pengguna jasa sebagai bahan untuk evaluasi perusahaan 4.2 Kedua, ubah momen negatif menjadi positif 4.3 Ketiga, jangan terlalu reaktif 4.4 Keempat, selesaikan masalah sesuai dengan ranahnya Larangan Berfoto dalam Pesawat
Hafiyyan- Agustus 2022 | 21:17 WIB. Hutan Mayong Merapun, area konservasi yang dikelola PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG). Bisnis.com, JAKARTA - Emiten perkebunan PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG), melalui salah satu anak usahanya yakni PT Anugerah Agung Prima Abadi (AAPA), mengelola hutan konservasi seluas 600 hektare (ha).
QqISV. Jadi Lembaga PR Berpengaruh, Iprahumas Raih MAW Talk Awards 2022 Jasa & Niaga10 months ago Ikatan Pranata Humas Indonesia Iprahumas berhasil meraih penghargaan MAW Talk Awards MTA 2022. Ini Skill Utama yang Harus Dimiliki oleh Profesional di Public Relations Tips Bisnis11 months ago Peran public relations PR atau hubungan masyarakat humas menjadi sangat penting untuk mendukung komunikasi yang efektif terutama di tengah perubahan besar pada era disrupsi Ini Daftar Pemenang 2021 Corporate Branding PR Awards Jasa & Niaga2 years ago Dalam kondisi ini, PR tetap dihadapkan untuk selalu membangun citra institusi yang dinaunginya. Para PR tetap harus membangun narasi-narasi yang bisa berdampak positif pada… Mantan Penyiar Senior TVRI Inke Maris Meninggal Dunia Humaniora2 years ago Inke berpulang pada hari ini, jam WIB di RS Medistra, Jakarta. Mendiang akan disemayamkan di rumah duka Jl. MPR Raya Kav. 8 Cilandak Barat. Rencana pemakaman akan… Inspirasi2 years ago Resensi Buku Adapt or Die Strategi Menghadapai Perubahan Industri Public Relations Agung Laksamana menuliskan dalam buku Adapt or Die untuk mengajak masyarakat beradaptasi dengan teknologi. Ini Daftar 40 PR yang Menerima Iconomics Indonesia PR Person Award 2020 Humaniora2 years ago Award ini memilih 40 insan PR berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan oleh Iconomics Research. Insan PR yang terpilih berasal dari perusahaan, kementerian, lembaga… Public Affairs Harus Jago Lobi Pemerintah Inspirasi2 years ago Chairman & Chief Consultant Kiroyan Partners, Noke Kiroyan mengungkapkan, peran public affairs harus bisa memberikan masukan pada pemerintah. Public Affairs di level korporasi… Public Affairs Forum Dorong Kerja Sama Swasta dan Pemerintah Manajemen2 years ago Public Affairs Forum Indonesia dirancang untuk memberikan masukan sekaligus pengayaan kompetensi skills praktisi untuk memperkuat hubungan organisasi dengan stakeholders… 12 Pakar Asing Bahas Kegagapan Dunia Atas Perkembangan Society di Bali Kabar Bali & Nusra3 years ago Sebanyak 250 orang para akademisi, peneliti dan praktisi public relations serta pebisnis dari 12 negara berkumpul di BNDCC, Nusa dua, Bali Rabu, 16/10/2019. Manajemen4 years ago Saat Dunia Public Relation Hadapi Kecerdasan Buatan Perkembangan teknologi masa kini memaksa dunia public relation ikut berbenah. Kehadiran artificial inteligent atau kecerdasan buatan bahkan mengancam aktifitas kehumasan… IPRS Bali, 2018 Public Relations Harus Proaktif Bisnis Bali & Nusra4 years ago Public relations di era sekarang ini harus proaktif memberikan masukan ke organisasi dan tidak lagi hanya sekedar reaktif ketika krisis informasi terjadi. Public Relations Hadapi Distrupsi, Begini Gambarannya PR & CSR4 years ago Public relations di era sekarang ini harus proaktif memberikan masukan ke organisasi dan tidak lagi hanya sekedar reaktif ketika krisis informasi terjadi. DISRUPSI EKONOMI Peran Strategis Humas di Era Industri Opini & Analisis4 years ago “Apakah Humas bisa digantikan robot dan artificial intelligence nantinya?” Seorang peserta bertanya dengan nada khawatir dalam sebuah diskusi di Banda Aceh beberapa waktu… Baru 10% PR Kantongi Sertifikat Profesi Bisnis Bali & Nusra4 years ago Pelaku profesi public relations di di Indonesia tercatat baru 10% yang telah mengantongi sertifikat profesi. Kabar Bali & Nusra4 years ago Asean dan Australia Pacu Kompetensi PR ASEAN Public Relations Network APRN dan Public Relations Institute of Australia PRIA berkolaborasi meningkatkan kompetensi para pelaku kehumasan atau public relation. INDUSTRI PUBLIC RELATION Dibayangi Pelemahan Ekonomi Domestik Niaga & Jasa5 years ago JAKARTA—Kondisi pelemahan ekonomi domestik diperkirakan masih menjadi tantangan utama bagi perusahaan public relation dalam mengincar target tumbuh double digit pada tahun… PROFESI PUBLIC RELATIONS Perhumas Genjot Sertifikasi dan Akreditasi Niaga & Jasa5 years ago Perhimpunan Hubungan Masyarakat Perhumas terus menggenjot sertifikasi dan akreditasi profesi humas untuk meningkatkan kompetensi supaya dapat bersaing di ketatnya persaingan… Inke Maris Raih Penghargaan PR of The Year 2016 PR & CSR6 years ago Inke Maris & Associates Strategic Communications Consultant IM&A meraih penghargaan sebagai PR Agency of The Year dalam ajang Indonesia PR of The Year 2016 atas kiprahnya… Pemerintah Pasok Tenaga Humas Profesional ke Instansi IT & Media7 years ago Sebanyak 47 Tenaga Humas Pemerintah terhitung mulai 18 Januari akan bertugas membantu Kementerian/Lembaga menyebarkanluaskan informasi melalui berbagai saluran komunikasi…
Proses evakuasi korban dan pesawat AirAsia QZ8501 dari hari ke hari mengalami perkembangan. Meski demikian, musibah ini masih menyimpan tanda tanya terkait penyebab jatuhnya pesawat tersebut sebelum kotak hitam airbus itu ditemukan. Musibah airbus maskapai AirAsia sejak hilang kontak pada Minggu, 28 Desember yang lalu ini tidak hanya meninggalkan duka dan rasa kehilangan, tetapi juga banyak hikmah. Salah satunya, pelajaran bagi public relations PR perusahaan ketika mengalami peristiwa krisis dan upayanya melakukan pemulihan merek brand recovery. Pertama, respons cepat. Semenjak dinyatakan secara resmi hilang, pihak AirAsia sigap memberikan respons simpatiknya. Hal ini langsung dilakukan oleh pemimpin tertinggi maskapai yang selama ini memiliki reputasi bagus – baik dari sisi keselamatan maupun ketepatan waktu – yakni Tony Fernandes, CEO AirAsia. Biasanya, saat pelanggan mengalami permasalahan dan kemudian komplain, bila tidak ditanggapi secara cepat, pelanggan akan mengira perusahaan tidak peduli. Bahkan, bisa saja dianggap oleh pelanggan tidak bertanggung jawab. “AirAsia Indonesia regrets to confirm that QZ8501 from Surabaya to Singapore has lost contact at 0724hrs this morning.” Demikian bunyi tweet pertama akun AirAsia yang kemudian diretweet oleh TonyFernandes. Tanpa gegabah, Tony kemudian bersuara melalui akunnya “We will be putting out another statement soon. Thank you for all your thoughts and must stay strong.” Dengan respons cepat tersebut, pelanggan termasuk juga masyarakat umum, mengetahui bahwa pihak terkait dengan musibah tersebut mengetahui kejadian dan tidak tinggal diam. Ini langkah positif AirAsia yang layak diapresiasi. “Keeping positive and staying strong. My heart bleeds for all the relatives of my crew and our passangers. Nothing is more important to us.” Demikian tweet Tony yang lain yang bernada simpatik dan mencoba menenangkan keluarga korban. Kedua, kehadiran fisik. Responsif memang penting. Namun, responsif harus didukung dengan kehadiran nyata di tengah pelanggan. Era sekarang memang menawarkan komunikasi jarak jauh, entah melalui sambungan telepon maupun Internet. Namun, untuk sebuah krisis besar seperti musibah AirAsia ini, kehadiran perusahaan untuk pelanggan mutlak diperlukan. Perusahaan tidak sekadar hadir melalui telepon, Twitter, maupun siaran pers, tetapi hadir secara fisik. Yang menarik dari AirAsia adalah keputusan Tony Fernandes hadir langsung di tengah-tengah pelanggan yang menjadi korban. Jarang-jarang, pemimpin hadir langsung menangani masalah terkait pelanggan. Biasanya, kehadiran diwakilkan oleh bagian PR atau salah satu direksi. Namun, langkah yang patut diacungi jempol, Tony Fernandes hadir langsung ke Juanda, Surabaya. Tony diapresiasi oleh pengamat internasional. Bahkan, dipandang sigap dan responsif ketimbang kasus MH 370. “On my way to Surabaya where most of the passengers are from as with my Indonesian management. Providing information as we get it.”Demikian keputusan Tony melalui Twitter saat menyatakan kehadirannya ke Surabaya. Ketiga, mendengar dan bukan sekadar press release. Kehadiran bagi pelanggan mutlak dilakukan oleh perusahaan di saat krisis. Namun, hadir bukan sembarang hadir. Selain hadir, perusahaan harus bisa melakukan dialog yang mana inti dari dialog adalah mendengarkan pelanggan. Hal inilah yang nampak dari Tony Fernandes. Tony hadir di hampir setiap konferensi pers yang digelar. Selain itu, Tony juga membuka dialog dan merespons setiap pertanyaan, baik dari wartawan maupun keluarga korban. Dalam situasi seperti ini, siaran pers memang tidaklah cukup. Tak jarang, ketika muncul persoalan, perusahaan latah menyebar siaran pers dan biasanya isinya lebih cenderung sebagai pembelaan diri. Siaran pers itu sifatnya satu arah. Tidak ada dialog dan tidak ada proses mendengarkan. Kuncinya proses PR ini terletak pada dialog dan mendengarkan. Sebab itu, konferensi pers tanpa dialog hanya bersifat seperti siaran pers saja. Bahkan, Tony masih saja hadir dalam proses pemakaman salah satu jenazah pramugari Kahirunisa beberapa saat setelah ditemukan oleh Tim Basarnas. Keempat, maaf dan tanggung jawab. Mengucapkan maaf memang tidak gampang. Hal ini juga dipengaruhi oleh cara pandang bahwa musibah atau krisis yang melibatkan merek dianggap sebagai bencana bagi merek tersebut. Padahal, krisis bisa diolah sedemikian rupa sebagai proses memperkuat relasi dengan pelanggannya. Hal salah yang sering dilakukan perusahaan adalah gegabah untuk membela diri. Bahkan, ada yang langsung balik menyalahkan pelanggan atau mencari kambing hitam. AirAsia tidak lupa mengucapkan permintaan maafnya. Hal ini patut diapresiasi. Di era horizontal, inklusif, dan sosial seperti sekarang ini, pernyataan “maaf” merupakan penanda bahwa merek maupun perusahaan itu juga bisa salah seperti halnya manusia. Merek bukanlah sesuatu yang kaku, dingin, dan tak tersentuh. Tetapi, merek juga diposisikan sebagai manusia, yang bisa salah, meminta maaf, dan memperbaiki diri. “Yang pasti saya meminta maaf atas apa yang telah menimpa mereka. Saya adalah pimpinan perusahaan ini, saya harus memikul tanggung jawab. Itulah alasannya kenapa saya di sini. Saya tidak akan lari dari kewajiban,” kata Tony seperti dikutip dari Beritasatu News Channel. Boleh dibilang, AirAsia saat ini dipandang sebagai maskapai berkarakter karena reputasinya terkait keselamatan maupun ketepatan waktu. Sebab itu, karakter ini tidak boleh hilang – atau sekadar lipstik – ketika krisis terjadi. Maaf dan tanggung jawab merupakan bagian penting dari karakter sebuah merek. Brand without character is nothing! Kelima, mengoptimalkan peran media kontemporer. Twitter maupun media sosial masih menjadi saluran komunikasi kontemporer yang mumpuni. Tony pasti menyadari betul peranan akun Twitternya dalam musibah AirAsia. Apalagi posisinya sebagai CEO menjadikan tweet-tweetnya sebagai bahan berita bagi media-media konvensional. Tony memilih Twitter sebagai media pertama untuk menyatakan responsnya beberapa saat setelah QZ8501 dinyatakan hilang kontak. Dengan Twitter ini, sikap dan pernyataan Tony bisa tersebar dengan luas secara viral. Akun AirAsia juga mengubah warna merah menyala menjadi hitam abu-abu sebagai tanda simpati dan duka, baik di Twitter maupun Facebook. Dengan demikian, media sosial masih memiliki peranan sebagai media komunikasi public relations maupun pemasaran yang efektif dan efisien. Demikian Demikian lima pelajaran utama bagi PR dalam kasus AirAsia ini. Sampai tulisan ini diturunkan, proses evakuasi korban dan pesawat masih dilanjutkan. Semoga, Air Asia tetap konsisten sampai proses keseluruhan dinyatakan selesai. Termasuk tetap transparan terhadap seluruh proses investigasi penyebab kecelakaan pesawaat naas tersebut.
Oleh Dra Paula Tjatoerwidya Anggarina, MM "ACHMAD Yurianto Terima Penghargaan Public Relations of The Year", begitulah judul yang tertulis di media online 15 Mei 2020. Mengutip dari media tersebut, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 sekaligus Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menerima penghargaan sebagai Public Relations of The Year dalam acara Indonesia Corporate Branding PR Award 2020 yang diadakan oleh Divisi Riset Iconomics dengan kriteria penilaian berdasarkan tiga pilar citra perusahaan yaitu komersial, organisasi, dan Mulya, Direktur Riset Iconomics, mengatakan bahwa public relations PR memiliki peran penting dalam menciptakan berita positif untuk mengimbangi berita negatif saat dihadapkan pada situasi dan kondisi krisis seperti saat ini. Ketua Perhumas Agung Laksana menambahkan bahwa pandemi Covid-19 telah berdampak luas secara multidimensional. Oleh karenanya, perlu sosok PR yang lebih inovatif dan kreatif dalam menyediakan konten bagi audiensnya. Kutipan di atas dapat menjadi bahan refleksi bersama, bagaimana para praktisi PR bersikap jika dihadapkan pada situasi krisis. Apa itu krisis? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, krisis adalah keadaan yang berbahaya dalam menderita sakit parah sekali, keadaan yang genting/kemelut, keadaan suram tentang ekonomi, moral, dan sebagainya. Ada beberapa definisi "krisis" yang dikemukakan oleh para ahli. Krisis diterjemahkan sebagai sesuatu yang datang secara mengejutkan serta menghadirkan ancaman bagi organisasi, perusahaan, atau industri, begitu juga terhadap publik mereka, produk, layanan, ataupun nama baik yang sudah dimiliki Putra, 1999. Coombs 2014 mendefinisikan krisis sebagai persepsi tentang peristiwa yang tidak dapat diprediksi, mengancam harapan para pemangku kepentingan terkait dengan masalah kesehatan, keselamatan, lingkungan dan ekonomi, dan secara serius dapat berdampak pada kinerja organisasi serta menghasilkan hasil negatif. Tiga ancaman yang ditimbulkan adalah keselamatan publik, kerugian finansial, dan kehilangan reputasi. Adapun elemen-elemen krisis bersifat tidak terduga, informasi tidak mencukupi, dan cepatnya dinamika yang terjadi Argenti, 2009. Jika dilihat dari perspektif PR, krisis sebagai peristiwa atau keadaan apa pun yang berdampak negatif terhadap reputasi, kredibilitas, merek organisasi atau individu Debra Davenport, University, 2020. Dengan melihat dampak negatif yang ditimbulkan, organisasi harus segera merespons jika terjadi krisis karena penampilan organisasi berada dalam penilaian publik Putra,1999. Komunikasi dan manajemen krisis Untuk menangani krisis yang terjadi, dialog antara manajemen dengan publik diperlukan. Proses inilah yang dikenal dengan istilah komunikasi krisis. Millar & Heath 2004 berpendapat bahwa ketika krisis mulai meningkat, hal yang paling penting untuk dilakukan adalah komunikasi. Komunikasi krisis sebagai pengumpulan, pemrosesan, dan penyebaran informasi yang diperlukan untuk mengatasi situasi krisis Coombs & Holladay, 2010. Dalam situasi krisis, terjadi peningkatan arus informasi yang luar biasa, sistem komunikasi kehilangan keseimbangan, kandungan emosi dalam komunikasi krisis sangat mencolok, jaringan antara komunikasi antarpribadi dan komunikasi media, serta keterikatan manusia pada media massa mengalami lonjakan besar. Dalam era media baru dan media sosial, keterikatan manusia tidak hanya sebatas pada media massa, tapi juga pada jejaring sosial. Jaringan komunikasi antarpribadi meningkat melalui jejaring-jejaring sosial Hardjana, 1998. Dalam rangka menggabungkan komunikasi krisis menjadi kerangka yang lebih strategis, sejumlah peneliti mengategorikan fungsi ini sebagai manajemen krisis. Pearson dan Clair 1998 mendefinisikan manajemen krisis sebagai upaya sistematis untuk menghindari krisis organisasi atau untuk mengelola krisis yang terjadi. Ditambahkan oleh Coombs & Holladay 2010 bahwa manajemen krisis merupakan upaya pencegahan atau mengurangi hasil negatif dari krisis dengan melalui tiga tahap, yaitu pre-crisis, response to crisis, dan post-crisis untuk melindungi organisasi serta para stakeholder. Pre-crisis Tahap ini menitikberatkan pada pencegahan dan persiapan. Pencegahan termasuk mencari cara mengurangi risiko. Adapun persiapan di antaranya membuat rencana manajemen krisis, memilih anggota tim krisis, melatih anggota tim agar dapat beradaptasi dengan krisis, mempersiapkan sosok terpercaya yang akan menyampaikan informasi pada publik. Contoh kondisi ideal pada tahap ini adalah saat masih awal penyebaran/penularan Covid-19. Aka tetapi, secara riil tahapan ini telah berlalu, di mana wabah Covid-19 telah dinyatakan sebagai pandemi yang menyebar luas dan pelayanan publik telah terkena dampaknya. Oleh karenanya membuat perencanaan manajemen krisis akan sangat membantu menentukan langkah-langkah yang tepat seperti menetapkan prosedur pelayanan publik jika terjadi krisis yang lebih besar di kemudian hari. Response to crisis Tahap kedua, manajemen harus bertindak langsung merespon krisis. Rencana yang sudah disusun benar-benar diimplementasikan. Respons krisis merupakan apa yang dilakukan dan dikatakan oleh manajemen saat krisis terjadi. PR memegang peranan penting dalam merespons krisis tersebut, salah satunya membantu dan mendampingi proses pengembangan pesan yang dikirim atau disampaikan ke publik. Post-crisis Tahap ketiga adalah tahap di mana perusahaan atau organisasi dapat kembali menjalankan bisnisnya seperti semula. Meski krisis tidak lagi menjadi perhatian utama, tetapi tetap membutuhkan perhatian lebih lanjut. Organisasi diharapkan dapat memenuhi komitmen yang telah dibuat saat krisis dan disampaikan kepada masyarakat atau pihak terkait untuk informasi lanjutan. Krisis dapat menjadi proses pembelajaran bagi organisasi untuk mencari cara lebih baik jika hal serupa terjadi di masa depan. Contoh tahap post-crisis jika dihubungkan dengan situasi saat ini adalah masih diberlakukannya kebijakan work from home untuk mengurangi risiko penularan Covid-19. Pengambil kebijakan perlu memiliki guidelines yang tepat guna mendukung efektivitas kerja atau belajar dari rumah. Rencana strategis krisis harus didasarkan pada koordinasi antara fungsi manajemen, operasional, dan komunikasi. Rencana darurat ada dalam dua bidang parallel yaitu respons operasional dan respon komunikasi di mana tim respons operasional berfokus pada penyelesaian masalah secepat mungkin dan tim komunikasi bertanggung jawab menginformasikan kepada kelompok pemangku kepentingan utama organisasi untuk memastikan pemahaman dan dukungan mereka dipertahankan Kadarova, et al, 2015. Peran public relations PR saat krisis pandemi Covid-19 yang mulai merebak di awal tahun 2020 telah menimbulkan krisis ke berbagai aspek berupaya cepat melakukan tindakan pencegahan antara lain dengan membuat aturan atau imbauan kepada masyarakat untuk bekerja dan belajar dari rumah, beribadah di rumah, memulai hidup sehat dengan sesering mungkin mencuci tangan dan muka, menggunakan hand sanitizer, mengonsumsi makanan sehat serta perbanyak olahraga, mengenakan masker, jaga jarak, dan lain sebagainya. Aturan atau imbauan ini harus dikomunikasikan secara efektif kepada masyarakat agar dipahami dan dipatuhi. Oleh karenanya, dibentuklah tim public relations PR yang bertugas selain mengomunikasikan aturan atau imbauan tersebut, juga untuk menjalin hubungan baik antara masyarakat dan pemerintah. Elemen komunikasi sangat dibutuhkan di masa pandemi seperti saat ini agar penyampaian informasi menjadi efektif. PR dituntut beradaptasi dengan cepat, berinteraksi dengan metode baru, melahirkan program yang kreatif, inovatif, dan dikemas dengan storytelling menyentuh hati Putra, 1999. Penyampaian konten yang empatif dapat menciptakan trust dan persepsi positif Imam Suryanto, Founder/CEO Bright Up Indonesia. Pertanyaan kepada pihak media harus dijawab dengan cepat, akurat, terbuka, dan konsisten Coombs & Holladay, 2010. Terlebih dengan terbatasnya interaksi dan pergerakan manusia yang ditimbulkan karena pandemi, PR juga harus mengoptimalkan teknologi digital misalnya dengan meningkatkan penggunaan media sosial, seperti website, Instagram, Twitter, Facebook, podcast, Youtube, dan e-mail. Saat krisis terjadi, publik ingin tahu apa yang terjadi. Ketika suatu organisasi dilanda krisis dan tidak berbicara ke media, maka orang lain di luar organisasi dengan senang hati akan memberikan pendapatnya ke media. Hal ini tentu perlu dihindari. Oknum tersebut bisa saja memberi informasi yang tidak akurat dan tidak sesuai dengan kepentingan organisasi. Oleh karenanya, organisasi dituntut untuk merespons krisis dengan cepat. Pesan kunci yang disampaikan oleh organisasi juga perlu memberikan isi yang akurat dan disampaikan secara konsisten. Konsisten yang dimaksud adalah jangan sampai anggota organisasi memberikan informasi yang berbeda dengan anggota lainnya. Semuanya harus sepakat untuk menyampaikan satu suara. Usaha untuk membentuk pesan kunci yang konsisten juga termasuk ke dalam bentuk manajemen krisis. Memang tidak mungkin dalam situasi krisis hanya satu orang saja yang berbicara untuk mewakili perusahaan atau organisasi. Bagaimanapun, tim komunikasi krisis harus memastikan bahwa juru bicara yang berbeda akan memberikan pesan yang konsisten. Prinsip keterbukaan merupakan prinsip yang kontroversial. Kontroversi muncul akibat interpretasi yang berbeda terhadap pemahaman keterbukaan. Interpretasi pertama, keterbukaan berarti orang-orang dalam organisasi yang berwenang memberikan pernyataan selalu siap dan bersedia berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan, terutama bahwa organisasi sangat tertutup, berusaha menyembunyikan sesuatu, atau tidak mampu menangani krisis. Interpretasi kedua, keterbukaan adalah pengungkapan secara terbuka sepenuhnya full disclosure, yakni organisasi harus mengatakan semua yang diketahui tentang krisis segera setelah mendapatkan informasi. Kepentingan hukum terkadang merekomendasikan keterbukaan secara terbatas limited disclosure karena pengungkapan secara terbuka sepenuhnya dapat membawa organisasi ke masalah hukum dan kerugian finansial. Organisasi sebaiknya menyeimbangkan perhatian terhadap pemangku kepentingan finansial misal pemegang saham atau pemberi pinjaman dengan perhatian kepada pemangku kepentingan yang mengalami kerugian akibat krisis misal anggota komunitas, pelanggan, atau karyawan. Selain kecepatan, keakuratan, keterbukaan dan konsistensi dalam menyampaikan informasi, salah satu tugas PR yang lain adalah mengklarifikasi pemberitaan di media yang tidak seimbang. Pemberitaan media atau isu yang beredar bisa jadi benar atau tidak, berpotensi memengaruhi citra seseorang atau organisasi Nova & Firsan, 2011. PR harus memastikan komunikasi berjalan dengan baik dan solid di kalangan internal maupun eksternal Ratna Kartika, 2020. Jawaban no comment dari seorang PR tidak dapat diterima karena hal ini dapat diinterpretasikan sebagai ekspresi dari rasa bersalah, keangkuhan, ketakutan, dan melalaikan tanggung jawab. Praktisi PR harus memiliki standar etika, kualitas, akuntabilitas, integritas, dan profesionalisme. Terlebih di saat krisis, seringkali harus mengembangkan dan mempelopori respons organisasi yang dapat mencakup penulisan pidato untuk CEO, mengelola konferensi berita, menyiapkan resposn media, meyakinkan audiens internal dan eksternal, serta berkonsultasi dengan tim eksekutif dan dewan direksi. Hal yang menjadi tantangan utama PR adalah ketika memberikan nasihat kepada CEO sehubungan dengan respons publik organisasi Debra Davenport-Purdue University, 2020. Grunig 1992 juga mengatakan bahwa PR harus memiliki perencanaan strategis dan berperan dalam pengambilan keputusan melalui pemberian nasihat kepada CEO untuk meningkatkan hubungan dengan para pemangku kepentingan. Dengan memahami peran PR yang telah diuraikan, PR profesional harus mengembangkan ketrampilan kepemimpinan yang unggul. Dalam situasi krisis setiap orang akan meminta nasihat, arahan, dan bimbingan dari eksekutif PR Debra Davenport-Purdue University, 2020. Menjadi jelas bahwa PR memiliki peran kritikal dalam berbagai aspek sehingga menjadi amat strategis dan penting. Idealnya fungsi PR adalah perpaduan fungsi manajemen dan fungsi komunikasi. Sebagai fungsi manajemen, PR bertanggung jawab mengelola dan mengembangkan reputasi perusahaan, dan sebagai fungsi komunikasi, PR mengembangkan komunikasi antara organisasi dan publik untuk menciptakan dan mempertahankan goodwill dan mutual understanding public terhadap tujuan, kebijakan, dan kegiatan organisasi Nova & Firsan, 2011. Siapa yang sebaiknya menyampaikan informasi di saat krisis? Barton 2001 mengidentifikasi tim krisis dapat terdiri dari unsur PR, hukum, keamanan, operasional, keuangan, dan human resources SDM. Namun, komposisi tim ini dapat bervariasi tergantung dari sifat krisis. PR memainkan peran penting dalam mempersiapkan juru bicara untuk menangani pertanyaan-pertanyaan dari media massa. Kondisi krisis menyebabkan media menjadi hal penting yang dapat dimanfaatkan organisasi. Juru bicara atau spokesperson yang dipercaya oleh organisasi harus bertemu dengan media pada tahap awal krisis untuk menyebarluaskan informasi dan berpartisipasi dalam membingkai krisis. Dalam Strategy Insight Public Relations 2020 dikatakan bahwa sebaiknya yang menyampaikan informasi atau menjadi juru bicara saat krisis adalah CEO. Dalam krisis tingkat parah atau melibatkan cedera/kematian, CEO harus menjadi wakil organisasi untuk segera bertindak dan mengklarifikasi, serta menyatakan tanggung jawabnya untuk korban; Public relations PR. PR adalah pilihan yang sangat baik sebagai wakil organisasi di jam-jam pertama saat krisis terjadi dan wartawan mulai berdatangan. Namun, PR tidak harus menjadi suara tunggal seluruh krisis. Sebaiknya orang dalam divisi PR menjadi anggota dari tim manajemen krisis, terutama saat krisis komunikasi sangat diperlukan; Jajaran manajemen. Jika orang PR diperlukan untuk memberikan informasi pada jam-jam pertama saat krisis, jajaran manajemen dapat mengambil alih di jam-jam berikutnya. Jika diperlukan, jajaran manajemen dapat menjadi juru bicara saat krisis sedang berlangsung. Baru pada saat jumpa pers, CEO dapat tampil sebagai juru bicara. Dra Paula Tjatoerwidya Anggarina, MMKepala Hubungan Masyarakat dan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.