Kondisipolip serviks biasanya baru diketahui saat melakukan pemeriksaan serviks dalam dan ketika pap smear. Namun, ada beberapa tanda dan gejala polip leher rahim yang bisa wanita alami. Siklus menstruasi yang tidak teratur, kadang lama dan darah yang keluar sangat banyak. Keluar darah dari vagina pada saat tidak menstruasi.
IniPerbedaan Polip Serviks dan Polip Rahim. Bersifat jinak, namun bisa jadi ganas! Pahami perbedaannya berikut ini! Polip adalah pertumbuhan jaringan berlebihan yang terlihat seperti benjolan kecil. Kebanyakan polip berukuran kecil dan lebarnya kurang dari setengah inci. Polip biasanya bersifat jinak, namun bisa menjadi ganas dalam kondisi
panggul2,3,4,5,6,7. Pada Mioma Geburt gejala yang menonjol berupa perdarahan per. vaginam di antara siklus haid yang bervariasi mulai dari perdarahan bercak. hingga perdarahan masif. Darah yang keluar berupa darah segar dan kadang. disertai nyeri sehingga dapat diduga sebagai haid yang memanjang.
Pengobatanuntuk mioma serviks sama dengan pengobatan fibroid. Mioma serviks kecil tanpa gejala tidak bisa diobati. Sebagian besar mioma simptomatik pada serviks harus diangkat melalui miomektomi (untuk mempertahankan fungsi reproduksi) atau histerektomi. Dengan prolaps dan infeksi mioma serviks, adalah mungkin untuk menghilangkan tumor melalui
Meskipunkemungkinannya kecil, pada beberapa kasus polip pada serviks bisa menjadi tanda awal dari kanker serviks. Oleh sebab itu, segera membuang atau mengangkat polip tersebut bisa mengurangi risiko kanker. Konsultasikan dengan dokter, harus seberapa sering anda melakukan pemeriksaan panggul dan pap smear secara rutin.
POLIPSERVIKS. Dalam dokumen Bryn A. Boslett, MD Brian S. Schwartz, MD (Halaman 23-33) Polip serviks umumnya terjadi selama tahun-tahun reproduksi, terutama setelah usia 40 tahun, dan kadang-kadang ditemukan pada wanita pascamenopause. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi peradangan mungkin memainkan peran etiologis.
zNrDd. Mioma Geburt Definisi Mioma Geburt • Mioma submukosum bertangkai yang dilahirkan. • di serviks atau vagina • dapat terjadi perputaran tangkai • keluhan keluar benjolan + perdarahan • pemeriksaan dalam masa tumor keluar dari oue. Anatomi • Uterus organ tebal, berotot, bentuk buah pir, yang sedikit gepeng kearah muka belakang, • Letak di dalam pelvis antara rektum dan kandung kemih . • Ukuran sebesar telur ayam dan berrongga. Dindingnya terdiri atas otot polos. • Ukuran 7-7,5 cm x 5,25 cm x 1,25 cm. • Berat normal ± 57 gram. • Pada masa kehamilan uterus membesar • Setelah menopause, uterus wanita nullipara maupun multipara, mengalami atrofi dan kembali ke ukuran pada masa predolesen. Pembagian Uterus Pembagian Dinding Uterus a. Endometrium di korpus uteri dan endoserviks di serviks uteri tdd - epitel kubik - kelenjar-kelenjar - jaringan dengan banyak pembuluh-pembuluh darah yang berlekuk-lekuk. b. Miometrium lapisan otot polos - sebelah dalam sirkuler - sebelah luar longitudinal - lapisan otot oblik, berbentuk anyaman diantaranya c. Lapisan serosa peritoneum viseral terdiri dari lima ligamentum yang menfiksasi dan menguatkan uterus yaitu • 1. Lig. kardinale terpenting, mencegah uterus tidak turun, tdd jar. ikat tebal, dan berjalan dari serviks dan puncak vagina kearah lateral dinding pelvis. Terdapat V. dan A uterina. • 2. Lig. sakro uterinum menahan uterus supaya tidak banyak bergerak, berjalan dari serviks bagian belakang kiri dan kanan kearah sarkum kiri dan kanan. • 3. Lig. rotundum menahan uterus tetap antefleksi, berjalan dari sudut fundus uteri kiri dan kanan, ke daerah inguinal waktu berdiri cepat karena uterus berkontraksi kuat. • 4. Lig. Latum meliputi tuba, berjalan dari uterus kearah sisi, tidak banyak mengandung jaringan ikat. • 5. Lig. infundibulo pelvikum menahan tuba fallopi, berjalan dari arah infundibulum ke dinding pelvis. Terdapatsaraf, kel. limfe, A dan V ETIOLOGI • Etiologi pasti belum diketahui • Korelasi antara pertumbuhan tumor dengan peningkatan reseptor estrogen-progesteron pada jaringan mioma uteri • Faktor predisposisi yang bersifat herediter dan faktor hormon pertumbuhan dan Human Placental Lactogen. • Kromosom yang membawa 145 gen yang diperkirakan berpengaruh pada pertumbuhan fibroid. • Beberapa ahli mengatakan bahwa fibroid uteri diwariskan dari gen sisi paternal. Faktor Predisposisi • Umur jarang 40 tahun, gejala klinis antara 35-45 tahun. • Paritas nullipara atau yang relatif infertil • Faktor ras dan genetik wanita berkulit hitam, wanita dengan riwayat keluarga dengan mioma. • Fungsi ovarium korelasi antara hormon estrogen dengan pertumbuhan mioma Klasifikasi mioma uteri • Berdasarkan lokasi dan ke arah mana mereka tumbuh. • Jenis intramural 54%, subserosa 48%, submukosa 6,1% dan jenis intraligamenter 4,4%. • Dua tempat asal mioma uteri serviks uteri3% dan korpus uteri 97%. Klassifikasi mioma uteri berdasarkan tempat tumbuh/letaknya • • • • Intramural Submukosa Subserosa Intraligamenter PATOGENESIS • Gejala tergantung terutama pada kombinasi ukuran, jumlah dan letak mioma • Diduga penyebab timbulnya mioma uteri paling banyak oleh stimulasi hormon estrogen • Pukka reseptor estrogen pada mioma uteri lebih banyak didapatkan dibandingkan dengan miometrium normal • Meyer, de Snoo mengemukakan patogenesis mioma uteri dengan teori cell nest dan genitoblast • Meyer asal mioma adalah sel imatur, bukan dari selaput otot yang matur • Mioma merupakan monoclonal dengan tiap tumor merupakan hasil dari penggandaan satu sel otot. GEJALA KLINIS DAN TANDA • Tergantung dari lokasi, arah pertumbuhan, jenis, besar dan jumlah mioma. Hanya 20-50% mioma uteri menimbulkan keluhan • Hipermenore, menometroragia gejala klasik 44% gejala perdarahan mioma submukosa 65% • Dismenore, nyeri perut bagian bawah, serta nyeri pinggang. • Kandung kemih, ureter dan usus dapat terganggu disuri 14%, keluhan obstipasi 13%. • Infertilitas 2-10% kasus akibat obstruksi mekanis tuba fallopi, endocervical canal, lubang endometrium, berhubungan dengan konsepsi atau implantasi dan beberapa penyebab abortus spontan. • Abortus spontan mioma menghalangi pembesaran uterus kontraksi uterus yang abnormal, dan mencegah terlepas atau tertahannya uterus didalam panggul • Mioma Geburt gejala yang menonjol perdarahan per vaginam di antara siklus haid yang bervariasi perdarahan bercak hingga perdarahan masif. DIAGNOSIS • Teraba massa menonjol keluar dari jalan lahir yang dirasakan bertambah panjang • Riwayat perdarahan per vaginam terutama usia ±40 tahun • kadang perdarahan kontak. • 2. Pemeriksaan fisik • Pada pemeriksaan abdomen luar kelanian +/Palpasi bimanual uterus bentuk tidak regular, tidak lunak atau berbenjol-benjol yang keras pada palpasi. • Pada pemeriksaan Ginekologik PDV teraba massa yang keluar dari OUE kanalis servikalis, lunak, mudah digerakkan, bertangkai serta mudah berdarah. Melalui pemeriksaan inspekulo terlihat massa keluar OUE kanalis servikalis berwarna pucat. • 3. Temuan laboratorium • Anemia paling sering disebabkan perdarahan uterus yang banyak dan habisnya cadangan zat besi. • Polisitemia kadang-kadang mioma menghasilkan eritropoetin • Dilakukan pemeriksaan darah lengkap,urine lengkap dan tes kehamilan 4. Pemeriksaan penunjang • • • a. Ultrasonografi Ultrasonografi transabdominal dan transvaginal menetapkan adanya mioma uteri serta menentukan jenis tumor dalam rongga pelvis. Gambaran ultrasonografi mendemonstrasikan irregularitas kontur maupun pembesaran uterus. Adanya kalsifikasi ditandai oleh fokus-fokus hiperekoik dengan bayangan akustik. Degenerasi kistik ditandai adanya daerah yang hipoekoik. • • b. Histeroskopi mioma uteri submukosa dengan infertilitas, jika tumornya kecil serta bertangkai dapat diangkat sekaligus. • • c. MRI Magnetic Resonance Imaging Sangat akurat dalam menggambarkan jumlah, ukuran, dan lokasi mioma tetapi jarang diperlukan. tampak massa gelap berbatas tegas dan dapat dibedakan dari miometrium normal. • Diagnosis Banding • Polip serviks • suatu adenoma ataupun adenofibroma yang berasal dari mukosa endoserviks. • Tangkainya dapat panjang hingga keluar dari OUE. • Epitel endoserviks dapat bermetaplasia • Ujungnya dapat mengalami nekrosis mudah berdarah. Penatalaksanaan • Penanganan mioma uteri tergantung pada umur, paritas, lokasi, dan ukuran tumor, dan terbagi atas • 1. Penanganan konservatif, bila mioma yang kecil pada pra dan post menopause tanpa gejala. • • • • Observasi dengan pemeriksaan pelvis secara periodik setiap 3-6 bulan. Bila anemia, Hb < 8 g% transfusi PRC. Pemberian zat besi. Penggunaan agonis GnRH leuprolid asetat 3,75 mg IM pada hari 1-3 menstruasi setiap minggu sebanyak tiga kali. Efek maksimum dalam mengurangi ukuran tumor diobservasi dalam 12 minggu. • Terapi agonis GnRH sebelum pembedahan mengurangi hilangnya darah selama pembedahan • Progestin dan antipprogestin kehadiran tumor dapat ditekan atau diperlambat dengan pemberian progestin dan levonorgestrol intrauterin. 2. Penanganan operatif, bila • Ukuran tumor lebih besar dari ukuran uterus 12-14 minggu. • Pertumbuhan tumor cepat. • Mioma subserosa bertangkai dan torsi. • Bila dapat menjadi penyulit pada kehamilan berikutnya. • Hipermenorea pada mioma submukosa. • Penekanan pada organ sekitarnya. Jenis operasi 1. Enukleasi Mioma Kriteria preoperasi menurut American College of Obstetricians Gynecologists ACOG adalah sebagai berikut • Kegagalan untuk hamil atau keguguran berulang. • Terdapat leiomioma dalam ukuran yang kecil dan berbatas tegas. • Apabila tidak ditemukan alasan yang jelas penyebab kegagalan kehamilan dan keguguran yang berulang. 2. Histerektomi Kriteria ACOG untuk histerektomi adalah sebagai berikut • Terdapatnya 1 sampai 3 leiomioma asimptomatik atau yang dapat teraba dari luar dan dikeluhkan olah pasien. • Perdarahan uterus berlebihan Perdarahan yang banyak bergumpal-gumpal atau berulang-ulang selama lebih dari 8 hari. Anemia akibat kehilangan darah akut atau kronis. • Rasa tidak nyaman di pelvis – Nyeri hebat dan akut – Rasa tertekan punggung bawah /perut bagian bawah yang kronis – Penekanan buli-buli dan frekuensi urine yang berulang-ulang dan tidak disebabkan infeksi saluran kemih • c Penanganan Radioterapi • Hanya dilakukan pada pasien yang tidak dapat dioperasi bad risk patient. • Uterus harus lebih kecil dari usia kehamilan 12 minggu. • Bukan jenis submukosa. • Tidak disertai radang pelvis atau penekanan pada rektum. • Tidak dilakukan pada wanita muda, sebab dapat menyebabkan menopause. • Tujuan radioterapi adalah untuk menghentikan perdarahan Komplikasi 1. Degenerasi ganas 0,32-0,6% 2. Torsi putaran tangkai 3. Nekrosis dan infeksi. Perubahan Sekunder pada Mioma • Atrofi sesudah menopause ataupun sesudah kehamilan mioma uteri menjadi kecil. • Degenerasi hialin usia lanjut. Tumor kehilangan struktur aslinya menjadi homogen. • Degenerasi kistik sebagian dari mioma menjadi cair, sehingga terbentuk ruangan-ruangan yang tidak teratur berisi agaragar, dapat juga terjadi pembengkakan yang luas dan bendungan limfe sehingga menyerupai limfangioma. • Degenerasi membatu calcereus degeneration usia lanjut akibat gangguan sirkulasi. Adanya pengendapan garam kapur pada sarang mioma maka mioma menjadi keras dan memberikan bayangan pada foto rontgen. • Degenerasi merah carneus degeneration pada kehamilan dan nifas karena suatu nekrosis subakut sebagai gangguan vaskularisasi. Degenerasi lemak jarang terjadi, merupakan kelanjutan degenerasi hialin. PROGNOSIS • Terapi bedah bersifat kuratif. • Mioma yang kambuh kembali setelah miomektomi terjadi pada 15-40% pasien dan 2/3 nya memerlukan tindakan lebih lanjut.
Halodoc, Jakarta - Polip adalah pertumbuhan jaringan kecil pada tubuh yang bersifat jinak, tetapi bisa juga menjadi ganas. Rahim dan serviks wanita juga bisa mengalami kondisi ini, dan ketika polip menjadi ganas biasanya hal ini disebabkan oleh sumbatan pada pembuluh darah, munculnya peradangan atau reaksi dari peningkatan kadar estrogen. Polip bisa muncul di rahim dan serviks, dan banyak orang yang tertukar antara polip serviks dan polip rahim. Nah, untuk mengetahui perbedaan keduanya, simak ulasannya berikut ini! Polip jenis ini terjadi di area endometrium yakni lapisan terdalam pada rahim dan tempatnya menempelnya ovum yang telah dibuahi. Polip dapat berbentuk bulat atau oval, ukurannya bervariasi dari beberapa milimeter seukuran biji wijen hingga beberapa centimeter seukuran bola golf, atau lebih besar. Polip rahim umumnya terjadi pada wanita yang berusia 40 tahun ke atas dan jarang ditemukan pada wanita di bawah usia 20 tahun. Gejala yang akan muncul pada pengidap polip rahim antara lain Periode menstruasi yang tidak terprediksi, bisa semakin lama atau semakin sering. Perdarahan yang tidak normal di antara periode menstruasi. Darah menstruasi sangat banyak. Perdarahan pada Miss V setelah menopause. Kemandulan. Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan seorang wanita terserang penyakit ini, antara lain Pramenopause atau postmenopause. Memiliki tekanan darah tinggi hipertensi. Obesitas. Konsumsi tamoxifen untuk mengobati kanker payudara. Polip rahim tidak perlu diangkat jika tidak memunculkan gejala. Namun saat wanita mengeluhkan gejala seperti perdarahan berat selama periode menstruasi dan dikhawatirkan menyebabkan kanker, maka wajib dilakukan pengangkatan seperti histeroskopi atau kuret. Polip Serviks Jika polip rahim menyerang area endometrium, polip serviks akan ditemukan pada area leher rahim. Polip serviks umumnya tidak menimbulkan gejala dan baru dapat dideteksi saat dilakukan pap smear. Sementara pada sebagian kecil pengidap polip serviks, gejala yang dapat muncul, seperti Perdarahan pasca menopause atau di antara waktu menstruasi. Perdarahan setelah melakukan hubungan intim. Menstruasi dengan volume lebih banyak dari biasanya. Keluarnya cairan dari Miss V berwarna putih atau kuning yang mungkin berbau akibat infeksi. Sama seperti polip rahim, polip serviks tidak memerlukan penanganan khusus apabila tidak ada gejala yang berarti. Namun jika diperlukan, polip serviks dapat diangkat dengan prosedur yang lebih sederhana dari polip rahim. Polip serviks akan dihilangkan melalui bedah kecil. Operasi pengangkatan polip tidak menyebabkan rasa sakit. Polip dapat diangkat dengan memutar ujungnya, menggunakan forsep, atau mengikatkan benang di bagian bawah polip yang digunakan untuk memotong polip. Dokter akan membekukan polip dengan nitrogen cair, atau tindakan bernama electrocautery ablation penghilangan polip dengan aliran listrik agar polip tidak tumbuh kembali. Saat ini, peralatan modern seperti laser dapat digunakan untuk menghancurkan polip. Kebanyakan dokter mengangkat tuntas agar polip tidak tumbuh kembali. Cari tahu lebih lanjut seputar polip rahim dan polip serviks serta cara mengatasinya dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! Baca juga Ini Alasan Kenapa Polip Rahim Perlu Penanganan Khusus Inilah 3 Jenis Polip yang Perlu Diketahui Tindakan Medis yang Tepat untuk Mengatasi Polip